Talas Satoimo, Alternatif Produk Pertanian Untuk Atasi Masalah Ketahanan Pangan
Di Jepang, Talas ini merupakan salah satu makan pokok mereka selain beras dan kentang
Talas bukanlah nama yang asing buat masyarakat Indonesia, bahkan di beberapa daerah mempunyai jenis talas khusus sesuai nama daerahnya, seperti Talas Bogor dan Talas Padang. Baik talas lokal maupun talas asal luar negeri ternyata sama-sama menguntungkan jika dikelola dengan baik. Salah satu jenis Talas yang prospektif dikembangkan di Indonesia saat ini adalah Talas Jepang atau Talas Satoimo.
Talas Satoimo adalah satu jenis tanaman umbi-umbian serupa dengan talas. Namun Talas Jepang atau Satoimo ini tidak lazim dikonsumsi di negara Indonesia, Tetapi di negeri Sakura Jepang, Talas ini merupakan salah satu makan pokok mereka selain beras dan kentang. Bahkan konon posisi kentang hampir tergantikan dengan Satoimo sebagai bahan makanan pokok masyarakat Jepang.
Talas Jepang memiliki kandungan kolagen, serat serta kalori yang tinggi sehingga jenis tanaman ini sangat baik untuk kesehatan apabila kita sering mengonsumsinya. Talas Jepang di negerinya sangat dikenal sebagai makanan yang dapat memperlambat proses penuaan atau ‘anti aging’.
Menurut salah satu pengusaha Talas Satoimo, Wiwin Hamidah, Talas Satoimo menjadi komoditi agribisnis yang menguntungkan. Selain berpeluang menjadi komoditas ekspor, Satoimo juga bisa menjadi alternatif produk pertanian untuk mengatasi masalah ketahanan pangan nasional. Apalagi, tanaman pangan seperti padi dan jagung cukup sulit bertahan dengan ketidakpastian musim seperti sekarang, yang terimbas dampak pemanasan global. Sementara, Talas Satoimo cenderung lebih tahan terhadap kondisi cuaca yang buruk, bahkan tanaman ini bisa hidup kembali meskipun dengan karakter musim yang berbeda dari sebelumnya.
Perlu diketahui, pada tahap awal budidaya, bila dibandingkan dengan Talas lokal, biaya pemeliharaan Talas Jepang akan terlihat lebih mahal. Ini disebabkan petani harus membeli dahulu bibit yang pertama. Namun apabila sudah panen, hasil panen dari Talas Jepang tersebut umbinya dapat dijadikan bibit kembali hingga berkali-kali. Penanaman yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya petani sudah tidak mengeluarkan biaya pembelian bibit dan ini sangat mempengaruhi biaya produksi itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar