Kesuburan Tanah dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
Kesuburan Tanah dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Ilmu yang mempelajari berbagai aspek
mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah. Dari segi klimatologi, tanah
memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi,
meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda
pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan
bagian dari tanah.
Kesuburan tanah tergantung pada
keseimbangan empat faktor yaitu air, oksigen, unsur hara, kondisi fisik
dan unsur toksik (zat penghambat). Kelima factor ini tidak boleh
bertindak sebagai factor pembatas yang keterlaluan, karna akan
mengakibatkan ‘ke-optimuman’ faktor-faktor yang lain jadi tidak
bermanfaat lagi.
a. Air
Sekitar 500 gram air diperlukan untuk menghasilkan 1 gram bahan tumbuhan kering. Sekitar 5 gram atau 1 persen air ini menjadi bagian terpadu dari tumbuhan. Sisanya hilang melalui stomata pada daun selama penyerapan karbondioksida. Keadaan atmosfer seperti kelembaban dan suhu nisbi memainkan peran utama dalam menentukan seberapa cepat air itu hilang dan jumlah air yang diperlukan tumbuhan.
Sekitar 500 gram air diperlukan untuk menghasilkan 1 gram bahan tumbuhan kering. Sekitar 5 gram atau 1 persen air ini menjadi bagian terpadu dari tumbuhan. Sisanya hilang melalui stomata pada daun selama penyerapan karbondioksida. Keadaan atmosfer seperti kelembaban dan suhu nisbi memainkan peran utama dalam menentukan seberapa cepat air itu hilang dan jumlah air yang diperlukan tumbuhan.
Karena pada hakikatnya pertumbuhan semua
tanaman pertanian akan dibatasi bila terjadi kekurangan air. Meskipun
keadaannya mungkin sementara dan tanaman tidak dalam bahaya kematian,
kemampuan tanah untuk menahan air terhadap gaya tarik bumi menjadi
sangat penting kecuali jika air hujan atau irigasi mencukupi. Keperluan
akan pembuangan kelebihan air dari tanah berkaitan dengan keperluan
untuk oksigen.
Tanah yang subur akan memberikan
kecukupan air yang seimbang bagi tanaman. Karena kekurangan maupun
kelebihan, keduanya akan menjadi penghambat bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.
b. Oksigen
Oksigen mutlak di butuhkan untuk proses pembakaran fisiologis atau respirasi. Jika dalam pertumbuhannya akar kekurangan oksigen maka respirasi akan terganggu dan penyerapan bahan-bahan organik yang berasal dari tanah yang digunakan sebagai bahan dasar fotosintesis akan berkurang sehingga kesehatan tanaman pun akan menurun.
Oksigen mutlak di butuhkan untuk proses pembakaran fisiologis atau respirasi. Jika dalam pertumbuhannya akar kekurangan oksigen maka respirasi akan terganggu dan penyerapan bahan-bahan organik yang berasal dari tanah yang digunakan sebagai bahan dasar fotosintesis akan berkurang sehingga kesehatan tanaman pun akan menurun.
Akar mempunyai lubang-lubang yang
disebut lentisel yang memungkinkan pertukaran gas. Oksigen berdifusi ke
dalam sel-sel akar dan digunakan untuk pernafasan, sedangkan
karbondioksida berdifusi ke dalam tanah. Pernafasan melepaskan energy
yang diperlukan tanaman untuk sintesa dan translokasi senyawa-senyawa
organic dan pengumpulan aktif ion-ion hara untuk melawan gradient
konsentrasi.
Alat Pengukur Kadar Air Tanah
Beberapa tanaman, misalnya padi, dapat
tumbuh dalam air tergenang karena tanaman ini mempunyai struktur
morfologi yang memungkinkan difusi intern oksigen atmosfer ke dalam
jarring-jaring akar. Produksi yang berhasil pada kebanyakan tanaman
dalam kultur air memerlukan adanya aerasi pada larutan tersebut.
Perbedaan besar yang terdapat diantara tumbuhan-tumbuhan adalah dalam
hal kemampuannya untuk toleran terhadap kadar oksigen yang rendah.
Tumbuhan yang peka mungkin layu atau mati karena penjenuhan tanah air
dengan air selama sehari. Kelayuan ini diperkirakan terjadi karena
pengurangan permiabilitas sel-sel akar terhadap air, sebagai akibat dari
gangguan proses metabolism karena kekurangan oksigen.
Alat Pengukur Kadar Air
Mikroorganisme aerob, bakteri,
aktinomicetes, dan fungi memanfaatkan oksigen dari atmosfer tanah dan
sangat bertanggungjawab terhadap perubahan hara dari bahan organic
menjadi bentuk larut yang dapat digunakan kembali oleh tumbuhan
c. Unsur-unsur hara yang Esensial
Unsur-unsur hara dalam tanah pun ikut berperan dalam menentukan kesuburan tanah.
Paling sedikit ada 16 unsur yang kini dianggap perlu untuk pertumuhan tanaman berpembuluh. Karbon, hydrogen dan oksigen yang digabungkan dalam rekasi fotosintesis, diperoleh dari udara dan air. Unsure-unsur ini menyusun 90 persen atau lebih bahan kering. 13 unsur sisanya, sebagian besar diperoleh dari tanah. Nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan belerang diperlukan dalam jumlah besar dan disebut unsure-unsur makro. Hara yang diperlukan dalam jumlah cukup kecil disebut unsure mikro atau perunut (trace element) dan meliputi mangan, besi, boron, seng, tembaga, molybdenum, dan klor.
Unsur-unsur hara dalam tanah pun ikut berperan dalam menentukan kesuburan tanah.
Paling sedikit ada 16 unsur yang kini dianggap perlu untuk pertumuhan tanaman berpembuluh. Karbon, hydrogen dan oksigen yang digabungkan dalam rekasi fotosintesis, diperoleh dari udara dan air. Unsure-unsur ini menyusun 90 persen atau lebih bahan kering. 13 unsur sisanya, sebagian besar diperoleh dari tanah. Nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium dan belerang diperlukan dalam jumlah besar dan disebut unsure-unsur makro. Hara yang diperlukan dalam jumlah cukup kecil disebut unsure mikro atau perunut (trace element) dan meliputi mangan, besi, boron, seng, tembaga, molybdenum, dan klor.
Alat uji Kadar Air Tanah
Lebih dari 40 unsur tambahan telah
ditemukan dalam tumbuhan. Beberapa tumbuhan mengumpulkan unsure-unsur
yang tidak penting tetapi mempunyai pengaruh yang menguntungkan.
Contohnya, penyerapan natrium oleh seledri, dan hasilnya, dalam hal ini,
adalah perbaikan dalam rasa.
Kebanyakan hara terdapat dalam mineral
dan bahan organic, dan dalam keadaan demikian tidak larut dan tidak
tersedia bagi tumbuhan. Hara menjadi tersedia melalui pelapukan mineral
dan penguraian bahan organic. Memang jarang tanah yang mampu menyediakan
semua unsure penting selama jangka waktu yang panjang dalam jumlah yang
diperlukan untuk menghasilkan produk yang tinggi. Namun tanah yang
subur akan memiliki sebagian besar unsure hara yang diperlukan oleh
tanaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar