Mekanisme penyerapan hara
oleh akar
Kebanyakan unsur
diserap akar tanaman dalam bentuk an organik. Setelah mencapai akar, ion hara
diangkut sampai ke bagian daun melalui serangkaian tahapan, yaitu penyerapan
pasif (passive root uptake), penyerapan aktif (active root uptake),
alih tempat (translocation).
Struktur
akar
Ion harus
bergerak melewati atau mengelilingi sejumlah lapisan jaringan akar.
- epidermis = lapisan terluar dari sel
- korteks = sel besar ukuran tidak beraturan dengan ruang antara sel diantara mereka
- endodermis = lapisan sel dengan suberin band, casparian strip, menjadi penghalang gerakan ion masuk ke stele.
- stele = mengandung pembuluh xylem yang mengangkut air dan ion menuju batang.
Gerakan
pasif
- Difusi dan pertukaran ion
- epidermis –> menembus kortek –> ke endodermis
- Apoplast (apparent free space)
- ruang di antara sel (extracellular within and between cell walls)
- KPK akar ada pada dinding sel
Gerakan
aktif
- Harus menembus membran sel
- Symplast: Intracellular interconnected cytoplasmic pathway between cells
- pengangkutan aktif melewati membran
- pengambilan unsur hara secara selektif
Pengambilan
ion secara aktif
- diperlukan energi untuk melewati membran sel
- konsentrasi di dalam sel lebih besar dibanding di luar sel
- gerakan untuk mengatasi gradien elektrokimia
- energi berasal dari metabolisme sel
Ion carriers
- pengangkutan melewati membran dijembatani oleh karier
- karier berada di dalam membran
- mengikat ion di bagian luar dari batas –> bergerak melewati membran –> melepas ion ke dalam sitoplasma
- karier bersifat selektif, masing-masing ion punya karier tersendiri
Pengangkutan
aktif (active transport)
Memungkinkan
tanaman memilih hara yang masuk ke akar, menjaga netralitas muatan di dalam sel
akar, akar melepas H+ and OH- . Pengambilan kation:
melepas H+, pengambilan anion: melepas OH- . Pengambilan
kation umumnya >> dibanding pengambilan anion sehingga pH risosfer turun.
Memungkinkan
tanaman menimbun hara esensial, tanaman memiliki kemampuan yang berbeda dalam
menimbun hara pada tanah yang memilik kadar hara yang rendah. Sifat genetik
mempengaruhi pengambilan hara, alih tempat, pertumbuhan akar, metabolisme akar,
lingkungan risosofer.
Rhizosphere
(rhizo = akar)
Wilayah
tanah yang bersinggungan langsung dengan akar, jaraknya 1-4 mm. Tempat kegiatan
mikrobia: eksudat organik dari akar merupakan cadangan makanan. Suasana pH
risosfer dan aktivitas mikrobia mempengaruhi ketersediaan hara melalui proses
pelarutan dan khelasi, pH lebih rendah dan adanya asam organik meningkatkan
kelarutan. Akar dan mikrobia di risosfer dapat menghasilkan khelat, akar dan
aktivitas mikrobia juga mampu menurunkan redoks potensial sehingga meningkatkan
ketersediaan hara.
Akar tanaman
tidak terlihat karena tersembunyi dalam tanah dan sukar untuk diteliti,
sehingga sering diabaikan. Sifatnya tidaklah pasif, tetapi aktif mengangkut
hara dan mengambil secara selektif dengan mengubah suasana tanah di sekitarnya
sehingga meningkatkan ketersediaan hara tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar